http://www.koranpendidikan.com/artikel/2855/dosen-agama-dilarang-gaptek.html
Dosen PAI Masih Banyak yang Gaptek
13 Maret 2009 2 Comments
Fakta bahwa dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) masih gaptek membuat resah Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam (ADPISI). Karena itulah kemarin digelar pelatihan awal dan pengenalan IT bagi para dosen yang mengajar di berbagai Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Jawa Timur.
“Sangat disayangkan bahkan ada diantara anggota kami yang email saja belum tahu. Padahal mahasiswa sudah biasa dengan IT, tapi dosennya sendiri belum,” ungkap Ketua ADPISI Jatim Prof Dr Kasuwi Saiban

Pertemuan Dosen PAI se Jatim di Unmer kemarin, dan pemateri IT ITS Dr Agus Zainal Arifin M.Com saat memberikan materi E Learning. (Lailatul Rosida Malang Post)
kepada Malang Post di sela acara Semiloka Metodologi Pembelajaran PAI berbasis Teknologi Informasi di PPI Universitas Merdeka (Unmer) Malang kemarin.Menurut pria yang juga dosen di Unmer Malang ini, kondisi ini jauh berbeda dengan dosen di disiplin ilmu yang lain. Yang bahkan sangat menguasai teknologi. Pembelajaran E Learning menjadi hal biasa yang sering dilakukan. Sementara pengajaran PAI masih terkesan tradisional dan monoton. Padahal teknologi juga sangat dibutuhkan dalam pelajaran Agama. Sehingga mudah diserap oleh mahasiswa.
“Dari kegiatan pelatihan awal ini kami harap wawasan para dosen terbuka bahwa IT sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar di kelas,” tegasnya.
Sementara itu dalam dialog bersama narasumber dari ITS kemarin beberapa dosen pun mengungkapkan alasan mengapa mereka belum bersentuhan dengan IT. Salah satunya adalah ketakutan mereka bahwa unsur kedekatan emosional dengan mahasiswa yang biasa diperoleh melalui tatap muka akan menjadi berkurang hanya karena kecanggihan teknologi. Model E Learning misalnya membuat jarak antara mahasiswa dengan dosen karena tidak harus setiap jam bertemu muka. Selain itu ada pula yang beralasan bahwa belum adanya sarana yang menunjang untuk bisa memberikan materi PAI berbasis IT. (oci) (Lailatul Rosida/malangpost)
http://www.koranpendidikan.com/artikel/2855/dosen-agama-dilarang-gaptek.html
Dosen Agama Dilarang Gaptek
Senin, 16 Maret 2009 20:28:42 - oleh : redaksi
UNMER- Perguruan tinggi adalah level puncak dari sistem pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Tidak hanya intelektualitas, tetapi juga dalam segi spiritualitas dan humanitas. Oleh karena itu, Pendidikan Agama menjadi mata kuliah wajib nasional dan menjadi komponen dasar dalam struktur kurikulum pendidikan dan termasuk dalam kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).
Menurut Ketua ADPISI DPW JATIM, Prof Dr Kasuwi Saiban MAg, pendidikan agama Islam (PAI) memegang peranan sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional tersebut. ”Selain harus mengutamakan bahan ajar berkualitas, saat proses pembelajaran tidak boleh melupakan metodologi yang efektif agar peranannya bisa lebih optimal,” terang Kasuwi dalam Semiloka Metodologi Pembelajaran PAI berbasis Teknologi Informasi pekan lalu di Unmer.
Kasuwi juga menekankan, sejalan dengan perkembangan dunia teknologi informasi (TI) yang luar biasa cepat, metode pembelajaran PAI tidak bisa hanya terpaku dengan cara-cara tradisional dan manual. Pemberian materi mengenai e-learning sangat diperlukan untuk semua pengajar mata kuliah PAI. “Masak dosen kalah sama mahasiswanya? E-learning juga sangat mendukung proses pengajaran, supaya suasana lebih kondusif. Selain itu juga dapat digunakan untuk meningkatkan kreatifitas dan kompetensi dari mahasiswa maupun dosen,” tegasnya.
Menurut salah satu pemateri Ir Rudi Arianto M Kom (POLINEMA), bersahabat dengan TI sangatlah menguntungkan mengingat banyak informasi dapat diakses dengan sangat mudah dan cepat. “Setidaknya dapat meningkatkan kualitas SDM para dosen PAI dalam penggunaan TI serta meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.
Untuk penjelasan mengenai e-learning, PD I Fakultas TI di ITS Surabaya Dr H Agus Zainal Arifin S Kom M Kom mengungkap bahwa e-learning adalah pembelajaran yang didukung dan difasilitasi oleh penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu keutamaan pendidikan berbasis TIK sangatlah berguna bagi mahasiswa, dosen, sekaligus bagi universitas.
”Perkuliahan yang fleksibel dapat meningkatkan kemampuan akademik, untuk dosen waktu bisa lebih banyak dipergunakan untuk riset, sedangkan untuk universitas biayapun lebih murah. Yang jelas dosen pun dituntut untuk lebih berkualitas dalam pembelajaran, sehingga peran media elektronik pun tidak dapat menggeser perannya,” paparnya. .sty-KP