Copy citra penginderaan jauh landsat dari http://glovis.usgs.gov/ dg format JPG. Pengolahan datanya bisa dicoba dengan membaca http://www.raharjo.org/6ei tutorial.
Dosen Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi ITS Surabaya
17
Dec
Copy citra penginderaan jauh landsat dari http://glovis.usgs.gov/ dg format JPG. Pengolahan datanya bisa dicoba dengan membaca http://www.raharjo.org/6ei tutorial.
27
Oct
INFORMASI
TUGAS BELAJAR KE LUAR NEGERI
BAGI KARYAWAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
I. PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Dalam menyambut era globalisasi fungsi Pendidikan Tinggi bertambah berat karena selain fungsinya sebagai pusat pengembangan Sumber Daya Manusia yang handal, dimasa mendatang fungsi Pendidikan Tinggi adalah sebagai pusat pengembangan kerja sama internasional. Dosen yang handal dan berwawasan internasional merupakan syarat utama di dalam pengembangan lembaga tersebut. Untuk mencapai hal yang diinginkan Perguruan Tinggi diperlukan dosen yang berkemampuan akademik yang tinggi, rekruitmen Sumber Daya Manusia yang bermutu bagi dosen yang akan mengajar dan dengan jumlah yang cukup dan menyebaran yang merata di bidang science ataupun teknologi. Dengan adanya dosen yang handal maka diharapkan bahwa mahasiswa yang dibimbingpun akan memiliki kualitas yang memadai ditunjang oleh adanya sarana dan prasarana yang lengkap sesuai dengan kebutuhan sebagai lembaga research yang bernuansa internasional mengingat masih banyaknya tawaran-tawaran grant/loan dari negara-negara donor bilateral/multilateral dan masih mendapatkan sambutan yang cukup tinggi dari tenaga dosen ataupun pengelola Pendidikan Tinggi, maka dalam kiat otoda pada waktu yang akan dating diperlukan buku pedoman yang ditujukan bagi mereka yang berada di daerah tingkat I dan II yang akan belajar ke luar negeri. Guna mengikuti studi ataupun pelatihan baik dalam jangka waktu yang relatif pendek maupun jangka waktu panjang. Segala kesulitan atau hambatan diharapkan dapat di redusir dengan adanya pedoman belajar di luar negeri baik di Asia, Eropa, Amerika dan negara-negara asing lainnya.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Guna memberikan kemudahan dan mendapatkan gambaran yang jelas bagi pegawai di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang berminat serta bermaksud meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui upaya belajar di luar negeri, dirasakan perlu sarana pendukung berupa informasi tugas belajar ke luar negeri yang dikemas dalam suatu buku petunjuk mengenai hal-hal yang berkembang dengan tugas belajar di luar negeri.
Adapun maksud dan tujuan daripada disusunnya buku petunjuk ini adalah:
a. Memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi belajar ke luar negeri.
b. Menambah penguasaan tentang prosedur dan mekanisme tugas belajar di luar negeri
II. PENGERTIAN TUGAS BELAJAR
Yang dimaksud dengan tugas belajar adalah suatu tugas yang diberikan oleh negara kepada Pegawai Negeri, anggota Tentara Nasional Indonesia, Pegawai Perusahaan Negara atau kepada Pegawai Perusahaan Swastauntuk menuntut ilmu, mendapatkan pendidikan atau keahlian baik di dalam maupun di luar negeri.
Maksud pemberian tugas belajar tersebut adalah untuk menambah keahlian dalam penyelenggaraan usaha-usaha pemerintah. Karyawan/ pegawai yang mendapat tugas belajar di luar negeri lebih dikenal atau disebut “karya siswa”.
III. SUMBER DANA UNTUK TUGAS BELAJAR KE LUAR NEGERI
Pada umunya sumber dana untuk tugas belajar di luar negeri dapat diperoleh dan negara/pemerintah RI, Pemerintah negara asing, badan-badan internasional atau badan swasta asing maupun biaya sendiri.
1. Sumber dana dari negara/pemerintah RI
Sumber dana untuk melanjutkan studi di luar negeri yang berasal dari negara/pemerintah RI pada umumnya diperoleh dari pinjaman luar negeri (loan). Pinjaman (loan) ini dapat diperoleh melalui kerja sama multilateral seperti Bank Dunia (World Bank), Bank Pembangunan Asia (ADB), Islamic Development Bank (IDB) dan sebagainya, maupun dalam rangka kerja sama bilateral dengan pemerintah negara asing melalui proyek-proyek pinjaman seperti OECF/JBIC dari Jepang, GTZ (Badan Kerjasama Teknik Jerman) dan sebagianya.Pengelolaan dana yang bersumber dari pinjaman ini dilakukan oleh proyek-proyek di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
2. Sumber dana hibah (grant) dari Pemerintah Negara Asing
Sumber dana bantuan dari pemerintah negara asing yang berbentuk hibah/grant, biasanya diperoleh dalam rangka kerja sama teknik atau bilateral. Sumber dana hibah (grant) ini misalnya dana yang berasal dari Pemerintah Australia (AUSAID/ADS), Pemerintah Amerika Serikat (USAID), Pemerintah Jepang (Monbusho, JICA), Pemerintah Jerman (DAAD), Pemerintah New Zealand (NZODA), Pemerintah Kanada (CIDA),dan pemerintah-pemerintah negara asing.
3. Sumber dana dari Badan Internasional atau Badan Swasta Asing
Sumber dana ini diperoleh dari Badan-badan Internasional, yayasan dari perusahaan-perusahaan asing seperti lembaga/badan di Amerika (Ford Foundation, AMINEF), Jepang (INPEX Foundation, Hitachi Scholarship dan sebagainya), Lembaga Internasional (UNESCO, SEARCA, UNDP dan sebagainya), serta dana yang diperoleh dalam rangka kerja sama antar universitas ( U to U ) dan lain-lain.
4. Sumber dana Pribadi/Biaya Sendiri
Sumber dana ini diperoleh dari dana pribadi atau sumber lain yang diusahakan sendiri.
IV. PERSYARATAN TUGAS BELAJAR KE LUAR NEGERI
Hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan tugas belajar ke luar negeri adalah batas umur sesuai dengan yang ditentukan oleh pihak penyedia dana. Umumnya batas umur maksimal adalah 35 tahun, kecuali pihak penyedia dana tidak mencantumkan batas umur.
1. Syarat-syarat untuk tugas belajar ke luar negeri
2. Adanya penerimaan dari lembaga pendidikan/perguruan tinggi di luar negeri.
3. Tersedianya sumber dana.
4. Mendapat persetujuan dari pimpinan.
5. Disetujui oleh pemerintah, dalam hal ini Sekretariat Negara
V. PROSEDUR MENDAPATKAN BEASISWA/TUGAS BELAJAR KE LUAR NEGERI
Tahapan yang harus dilalui dalam rangka mendapatkan tugas belajar ke luar negeri:
1. Penawaran
Penawaran beasiswa luar negeri dilakukan oleh penyedia dana, baik oleh negara pemerintah RI yang bersumber dari pinjaman maupun oleh pemerintah negara asing, badan-badan internasional atau badan swasta asing.
Penawaran beasiswa oleh negara pemerintah RI yang pembiayaannya bersumber dari pinjaman dilakukan oleh proyek-proyek yang ada di unit-unit utama teknis (Ditjen Dikti, Dikdasmen dan sebagainya) kepada unit kerja yang menjadi kewenangan masing-masing.
Sedangkan penawaran beasiswa dari pemerintah negara asing, badan-badan internasional atau badan swasta asing dalam rangka kerja sama teknik, penawaran dilakukan melalui Sekretariat Negara dan selanjutnya disebarluaskan ke Departemen Teknis sesuai dengan bidang atau program studi yang ditawarkan.
Penyampaian tawaran beserta application form memuat tentang ketentuan, syarat-syarat, kelengkapan berkas, batas waktu penawaran, prosedur pengusulan, seleksi bidang ilmu dan sebagainya.
2. Pencalonan
a. Proses Pencalonan
Pengusulan calon beasiswa untuk tugas belajar ke luar negeri dari sumber dana yang diperoleh dalam bentuk pinjaman maupun hibah (grant) diajukan oleh unit kerja kepada unit utama teknis untuk diteruskan ke Biro Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional.
Proses penentuan calon oleh unit kerja calon penerima beasiswa.
Ø Pengajuan usulan calon kepada unit utama (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan sebagainya) kepada Biro Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional.
Ø Proses penelaahan dari segi administratif.
Ø Pengesahan oleh Sekretariat Negara bagi calon yang memenuhi syarat dan menyampaikan kepada pihak penyedia donor/sponsor.Pengajuan calon juga dapat dilakukan Biro Kerjasama Luar Negeri kepada pihak penyedia dana secara langsung. Untuk proses ini Sekretariat Negara hanya akan mengesahkan calon-calon yang sudah diseleksi oleh pihak penyedia dana.
b. Kelengkapan Berkas.
Berkas yang dilampirkan untuk pencalonan adalah sesuai dengan yang diminta oleh pihak pemberi beasiswa, karena tiap-tiap sponsor mempunyai ketentuan mengenai bentuk dan mekanisme serta persyaratannya.
Pada umumnya kelengkapan berkas untuk pencalonan:
Ø Fotokopi ijazah terakhir dan terjemahannya dalam bahasa Inggris
Ø Fotokopi transkip akademik dan terjemahannya dalam bahasa Inggris yang dapat menunjukkan indeks prestasi kumulatif (IPK).
Ø Bukti kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS dan sebagainya.
Ø Karya ilmiah, buku pengalaman penelitian dan sebagainya. Referensi dari dalam atau luar negeri.
Ø Daftar Riwayat Hidup dalam bahasa Inggris
Ø Dll.
Sedangkan kelengkapan administrasi:
Ø Daftar riwayat hidup untuk tugas ke luar negeri
Ø Fotokopi Kartu Pegawai/KARPEG atau bukti lain berupa surat tanda lulus prajabatan atau SK calon Pegawai Negeri Sipil.
3. Proses Keberangkatan ke Luar Negeri
a. Prosedur keberangkatan
Atas dasar pengusulan calon dari Sekretariat Negara atau dari Departemen dan Lembaga Non Departemen, pihak donor akan mengadakan seleksi terhadap para calon bersama-sama dengan wakil dari pemerintah (joint selection) atau juga bias dilakukan sendiri oleh pihak donor.
Bagi calon yang lolos seleksi maka penerima beasiswa segera memproses keberangkatan, melalui tahapan-tahapan:
Ø Unit kerja tempat penerima beasiswa mengajukan surat permohonan kepada unit utama (Dikti, Dikdasmen dan sebagainya)
Ø Unit Utama memeriksa dan menelaah kelengkapan berkas yang menitik beratkan pada aspek pembinaan dan pengembangan, relevansi antara bidang ilmu dan kebutuhan, distribusi penempatan, keseimbangan regional, peningkatan mutu dan efisiensi dan sebagainya ke Sekretariat Jenderal d.h.i. Biro Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional.
Ø Biro Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional menelaah aspek-aspek administrasi dan mengusulkan keberangkatan penerima beasiswa/karyasiswa ke Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Ø Sekretariat Negara Republik Indonesia menelaah usulan keberangkatan ke luar negeri berdasarkan aspek administrative, pembiayaan, peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan pemerintah untuk dikeluarkan surat persetujuan keberangkatan ke luar negeri.
Ø Departemen Luar Negeri menerbitkan paspor dinas dan exit permit serta rekomendasi visa ke Kedutaan Besar di Jakarta.
Biasanya paspor dinas (paspor biru) pertama kali diterbitkan untuk masa berlaku 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang setiap tahun di Perwakilan RI di luar negeri sampai selesai studinya.
Ø Kedutaan Besar/Perwakilan Asing di Indonesia akan memberikan visa belajar sesuai dengan persyaratan dan ketentuan masing-masing Kedutaan Besar/Perwakilan Asing.
b. Kelengkapan berkas keberangkatan
Ø Surat keterangan penerimaan di perguruan tinggi luar negeri
Ø Surat keterangan pendanaan/pembiayaan dari sponsor
Ø Daftar Riwayat Hidup untuk tugas ke luar negeri
Ø Surat perjanjian dengan materai Rp. 6.000,- untuk tugas belajar lebih dari 3(tiga) bulan.
Ø Surat pernyataan biaya sendiri dengan materai Rp. 6.000,- bagi yang belajar atas sponsor/biaya sendiri
Ø Formulir permohonan paspor dinas
Ø Fotokopi Kartu Pegawai (KARPEG)
Dalam hal mendesak bagi yang belum mempunyai Kartu Pegawai dapat melampirkan tanda lulus pelatihan prajabatan atau surat keterangan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil.
Ø Paspoto berwarna ukuran 4 x 6 cm, untuk pria minimal berdasi dan untuk wanita bebas rapi.
Ø Ada kalanya diperlukan keterangan kemampuan berbahasa asing (Inggris) dengan melampirkan fotokopi TOEFL, IELST dan sebagainya.
VI. PERPANJANGAN TUGAS BELAJAR
Untuk perpanjangan tugas belajar di luar negeri dapat dilakukan oleh penerima beasiswa (karyasiswa) tanpa harus pulang ke Indonesia.
Karya siswa yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan perpanjangan ke instansi tempat kerja untuk diproses ke Unit Utama dan seterusnya ke Biro Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional dan Sekretariat Negara.
Persyaratan untuk perpanjangan tugas belajar:
Ø Rekomendasi Pembimbing (Dekan) atau Ketua Program Studi perguruan tinggi luar negeri.
Ø Surat keterangan jaminan pembiayaan dari sponsor/pihak penyandang dana.
Ø Evaluasi studi yang meliputi laporan perkembangan studi yang telah dilaksanakan dan rencana perpanjangan.
VII. PASCA TUGAS BELAJAR
1. Pengaktifan Kembali
Bagi karyasiswa yang telah menyelesaikan studinya di luar negeri diwajibkan untuk bekerja dalam dinas negara. Sekembalinya dana luar negeri, yang bersangkutan wajib menyampaikan hasil studi kepada Biro Kerjasama Luar Negeri, Departemen Pendidikan Nasional.
Untuk pengaktifan kembali dalam tugas dan fungsi semula, karyasiswa yang telah selesai studinya melapor ke Biro Kerjasama Luar Negeri, Departemen Pendidikan Nasional untuk diproses penyerahan kembali ke tempat tugas asal. Berdasarkan surat penyerahan kembali, pimpinan tempat karyasiswa bekerja mengajukan permohonan pengaktifan kembali kepada Biro Kepegawaian Departemen Pendidikan Nasional.
2. Penilaian Ijazah
Bagi setiap pemilik ijazah yang diperoleh dari universitas/lembaga pendidikan di luar negeri diperlukan penilaian ijazah diperolehnya bagi lulusan dari perguruan tinggi di luar negeri, penilaian ijazah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan bagi lulusan Sekolah Dasar sampai Tingkat Menengah, penilaian dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.
Sumber: http://www.depdiknas.go.id
http://kepegawaianunand.multiply.com/journal/item/2/PROSEDUR_TUGAS_BELAJAR_KE_LUAR_NEGERI
17
Jun
10 Resep Sukses Bangsa Jepang
by Romi Satria Wahono
Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi.
26
Apr
Rekan-rekan yang ingin belajar TOEFL bermodal internet, mungkin bisa mencoba:
http://freeclassica
http://www.bbc.
http://english-
http://setiopramono.wordpress. com/2008/0518/soal2-toefl
7
Apr
Perjalanan Sejarah Rasulullah SAW sejak menjelang kelahiran beliau, turunnya wahyu, perjuangan beliau di Makkah, hijrah ke Madinah, hingga wafat beliau SAW dapat diikuti melalui Google Earth. Caranya install lebih dahulu Google Earth dengan mengikuti Link Download ini http://earth.google.com/ dan selanjutnya mendownload daftar lokasi bersejarah Rasulullah SAW dari http://agusza.its-sby.edu/hirodai/downloads/LifeofProphetMuhammad.kmz
Insya Allah pelajaran Sejarah Islam di dalam kelas akan lebih bergairah. Siswa tidak sampai mengantuk dan pemahaman spasial mereka akan terasah dengan baik.
25
Dec
Alhamdulillah, pada hari Kamis 25 Desember 2008 ini, untuk memanfaatkan hari libur, kita telah melakukan workshop manajemen sekolah bagi lebih kurang 50 sekolah di Surabaya. Dalam workshop yang berlangsung sehari di Kantor Maarif Cabang Kota Surabaya ini, masing-masing sekolah diwakili 3 orang yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan kepala TU. Kelima puluh sekolah itu meliputi SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA.
Di samping itu peserta juga memperoleh beberapa CD yang terdiri dari sistem informasi sekolah, buku sekolah elektronik (SMP dan SMA), dokumen manajemen sekolah, dan paket administrasi sekolah. Diharapkan agar pelatihan untuk para manajer sekolah ini dapat dilanjutkan bulan depan dengan topik yang lebih advance. Panitia dan trainer yang merupakan gabungan dari para pengurus Ikatan Sarjana NU (ISNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini dibantu oleh sejumlah dosen dan mahasiswa ITS Surabaya, dan juga para alumni NU Japan.
7
Nov
Sebagai implementasi kerja sama riset FTIF ITS dan JICA, Insya Allah tgl 16 Nop - 1 Des 2008 saya harus berada di Jepang. Batch 3 program penelitian Predict dimulai Agustus lalu, hingga Juli 2009. Para ketua peneliti diundang ke Jepang selama 2 minggu. Salah satu anggotanya nanti juga akan diundang ke Jepang, tinggal di sana selama 6 minggu. Pada Batch 3 ini dari FTIF ada 3 kelompok, yakni kelompok saya, Pak Daniel, dan Bu Mahendrawati.
Dengan demikian tugas saya ke Jepang sebenarnya “hanya” untuk pertemuan riset dalam program Predict ini. Tapi nampaknya ada beberapa tugas yang Insya Allah saya tunaikan, yakni :
1. Melanjutkan riset bersama dengan Labnya Prof Asano dan Pak Iyan di Hiroshima Daigaku. Riset ini didanai JICA-Predict ITS.
2. Menghadiri konferensi para dokter gigi se-Asia yg rencananya tgl 19-21 Nop di Nara. Ada rencana untuk bekerja sama dengan Asahi Rontgen dalam hal penerbitan lisensi dari hasil riset osteoporosis, itu loh yg kalah di final Ristek-Kalbe Science Award Jakarta kemarin…
3. Memenuhi undangan mengisi kuliah tamu di Kyushu University dan kuliah tamu di Hiroshima University juga.
4. Beberapa titipan:
a. Berkaitan dg Double Degree S2 dengan Kumamoto University, kemarin dalam “Kumamoto Univ Forum” di Sheraton Hotel, saya menemui Bpk PR IVnya KU yg bertanggung jwb thd kerja sama LN. Saya menyatakan diri sebagai penanggung jawab Double Degree di FTIF. Beliau menyambut baik, sebab S2 di ITS blm ada yg double degree dg KU. Jadi barangkali S2 kita bisa mengawalinya, setahun di sini, setahun di sana.
b. Dijadwalkan pertemuan dg Pak Dekan Kyushu Univ ttg kerja sama dengan FTIF. Realnya adalah mempermudah (baca: finansial) dosen kita yg akan mendaftar S3 di sana.
c. Ada agenda juga untuk dosen muda yg akan S2 dan mau nitip dikenalkan.
Demikian rencana kunjungan tersebut. Semoga semuanya berhasil dengan baik, mohon doa restunya.
1
Nov
Selama 3 hari sejak Kamis 30 Oktober hingga Sabtu 1 Nop, saya mengikuti audisi seperti layaknya Indonesia Idol. Dari 102 peserta yang hampir semuanya dokter, ahli farmasi, dan sejenisnya, Alhamdulillah saya yang jurusannya Informatika ini (jauh dari bidang kedokteran) masuk final 10 besar, best research awards. http://www.kalbe.
Ceritanya mulai Kamis subuh sudah harus berangkat ke Bandara Juanda. Sesampainya di bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, ternyata sudah ada panitia yang menjemput untuk dibawa ke Hotel Borobudur Jakarta. http://www.hotelborobudur.com/
Di sana telah disediakan room kelas Executive yang membuat badan tidak kuat lagi pingin rebahan menikmati. Apalagi acara “kum-kum” pasti sangat asyik. Dari harganya yang USD 118 permalam, tentu dapat dibayangkan nikmatnya. Tapi, karena ini rangkaian acara scientist idol, jadi nampaknya tidak bisa berlama-lama sebab acara telah disusun sedemikian padat, sehingga harus segera mengikuti kegiatan ini itu, termasuk presentasi dan kunjungan-kunjungan. Hingga diakhiri acara pesta besar-besaran penganugerahan awards tadi malam di hotel yang lebih megah lagi, yakni http://www.fourseaons.com/jakarta/ dg diliput sejumlah reporter TV dan di-MC-i Ferdi Hasan. Kebetulan saya satu meja dengan Mbah Ciputra. Kalbe ini memang top markotop.
Tapi kalau dipikir-pikir, dana yang mereka gunakan untuk kontes atau audisi ini tidak ada apa-apanya dibanding keuntungan yang diperoleh industri farmasi selama ini dari jualan obat-obat yang mencapai miliaran butir setiap tahunnya (catatan: miliar ini bisa jadi hanya untuk satu nama obat saja, belum obat yang lain). Belum lagi dari 102 paper yang masuk yang merupakan riset unggulan se-nusantara dalam bidang kesehatan, obat-obatan, diagnosis, dan semacamnya ini, tentu dapat menginspirasi industri farmasi tersebut untuk menginovasi produk-produk baru. Ini berarti peningkatan pendapatan yang luar biasa.
Balik ke acaranya, ternyata saya mendapatkan kesempatan presentasi sekitar 10 menit dan tanya jawab 20 menit, sehingga dalam waktu 30 menit saya berinteraksi dengan para juri dalam acara tertutup ini. Yang agak mengkhawatirkan ternyata dari 10 juri tidak nampak satupun yang ilmunya berbasis teknik. Hampir semuanya dokter, praktisi dalam bidang kesehatan, farmasi, dan sebangsanya. Bisa dibayangkan bahwa saya harus presentasi dengan menggunakan terminologi-terminologi kedokteran sebanyak mungkin agar bisa dipahami dengan baik. Alhamdulillah presentasi dan tanya jawab dapat saya lalui dengan baik dan mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari para ilmuwan medis tersebut.
Walau demikian, ternyata riset tentang computer-aided diagnosis untuk osteoporosis yang saya bawa ini luput mendapatkan best research awards dari Ristek-Kalbe tersebut. Agak meleset dari dugaan, sebab para panitia dan juri waktu itu saya lihat sangat antusias, sampai mereka pada dateng menyalami saya, setelah presentasi.
Tapi ada beberapa catatan menarik alasan-alasan kuat mengapa ini tidak bisa menang. Alasan pertama jelas karena ini “nyleneh” dari mayoritas yang membahas tentang kesehatan itu sendiri dari sisi medis, farmasi, dan sebangsanya. Sedangkan ini dari sisi Information Technology. Kedua kebanyak riset adalah menemukan suatu sel baru atau kombinasi baru yang dapat mengatasi suatu penyakit tertentu atau mendapatkan keunggulan tertentu. Dalam bayangan saya, riset tersebut sangat “menguntungkan”
sebab hasil akhirnya adalah sebuah treatment atau katakanlah obat baru yang dapat diproduksi secara komersial oleh industri farmasi. Dan itu rencananya akan sangat laku di pasaran. Jadi pertimbangan itu tidak boleh hanya dari sisi medis saja namun juga dari sisi ekonomis. Adapun riset diagnosa osteoporosis yang saya lombakan ini adalah riset diagnosa dini yang berarti mencegah orang jangan sampai sakit yang istilah kasarnya jangan sampai berobat atau
apalagi sampai beli obat, nah lho… kok bertentangan.
Dari sisi ekonomis, yang pertama jelas tidak menguntungkan karena tidak akan menghasilkan pil tertentu yang dapat diproduksi secara komersial. Kedua ini tidak menguntungkan bagi pemilik dan produsen DEXA scanner yang saat ini mulai banyak digunakan di laboratorium klinik komersial, termasuk di Surabaya. Beberapa waktu yang lalu saya tanya ke sebuah lab klinik di Jl Darmawangsa, taripnya Rp 800.000 sekali periksa. Kalau hanya dengan foto gigi yang cuma Rp 50.000 - Rp 100.000 bisa mengatasi deteksi dini itu dan tidak perlu lagi menggunakan scanner tersebut, tentu saja ini gejala
tidak baik bagi kalangan tertentu. Pertimbangannya hanyalah agar kita semua jangan sampai terkena osteoporosis, sehingga begitu diketahui risknya maka langsung dapat
ditangani. Nah deteksi dini yang tadinya Rp 800.000 (hampir pasti tidak terjangkau masyarakat luas), rencananya bisa digantikan dengan membaca foto gigi yang hampir setiap orang pasti punya ini. Catatan lain adalah pernyataan saya yang “selalu terus terang” tentang apa saja yang sedang dilakukan oleh komputer, yakni meng-copy ilmunya dokter sehingga komputer jadi cerdas secerdas dokter yang sudah puluhan tahun
praktek. Tentu saja komputer cerdas ini akan menguntungkan dokter junior, tapi apakah dia menguntungkan dokter senior ? ini pertanyaan besar.
Pada beberapa riset, memang telah dibuktikan bahwa dokter junior yang menggunakan alat bantu komputer akan mampu bekerja lebih baik daripada dokter yang senior yang mengandalkan pengalaman semata. Ini masih agak sulit diterima. Padahal kenyataannya sdh sedemikian gawat. Paling tidak 3 catatan itu membuat saya mantap saat naik Garuda pulang ke Surabaya tadi siang.
Links
1. Penelitian Jangan Sebatas Kesimpulan
2. Penelitian Belum Jadi Prioritas
4. Peneliti Hipertensi Raih Penghargaan Kalbe
5. Ristek - Kalbe Science Awards dari website Ristek
6. Dr Boen: RKSA adalah bentuk mikro dari Piala Nobel
Barangkali pas kebetulan nonton, berikut ini jadual penayangan liputan acara RISTEK - KALBE SCIENCE AWARDS 2008 yg diadakan di Hotel FOUR SEASON, Tgl 31 Oktober 2008 :
1. SCTV, hari Minggu Tgl. 9 November 2008, Jam 12.25 Acara USAHA ANDA
(Liputan 6 Siang)
2. Metro TV, hari Selasa, Tgl 11 November 2008, Jam 12.55 (Metro 10)
3. Metro TV, hari Minggu, Tgl 16 November 2008, Jam 20.55 (Documentary Hours)
4. Untuk Printnya di Kompas, hari Sabtu, Tgl 8 November 2008.
Catatan: Ada satu cerita yang ketinggalan, yakni kenyataan bahwa banyak diantara finalis ternyata alumni Jepang. Entah apakah ini menunjukkan budaya riset Jepang adalah yang paling sukses sedunia ?
23
Oct
Insya Allah hari Senin 27 Oktober 2008 saya akan pergi ke Makassar, menghadiri undangan Dikti untuk membahas Program Hibah Pasca. Menurut jadwal acara berlangsung hingga 29 Oktober 2008.
Selanjutnya setelah menginap semalam di Surabaya, besok paginya, Kamis 30 Oktober 2008 harus ke Juanda lagi. Ada acara di Jakarta, Hotel Borobudur, yakni presentasi riset di Ristek-Kalbe Science Awards. Alhamdulillah pengumuman hasil seleksi, menyatakan saya masuk 10 finalis kategori Best Research.
http://www.kalbe.co.id/files/ristekkalbeaward/news_detail.php?id=174


Menurut panitia, BEST RESEARCH AWARDS ditujukan untuk memberikan penghargaan kepada hasil penelitian terbaik di beberapa bidang seperti Bioteknologi, Kimia Medisinal, Kimia Bahan Alam, Teknologi Farmasi, Diagnostik dan Pangan yang memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan Life Sciences dan Teknologi di bidang kesehatan. Sebanyak 10 (sepuluh) Finalis akan diundang ke Jakarta untuk mempresentasi hasil penelitian yang dilaksanakan. Selanjutnya ditentukan 3 pemenang Best Research Awards.
Adapun penelitian yang saya sampaikan ke panitia adalah mengenai Pengembangan Sistem Diagnosa Osteoporosis Berbantukan Komputer. Semoga ini akan menjadi kontribusi berharga bagi bangsa dan negara Indonesia dalam menyehatkan rakyatnya, dengan terhindar dari penyakit osteoporosis.