Warning: array_merge() [function.array-merge]: Argument #2 is not an array in /home/agusza/public_html/nikki/wp-includes/widgets.php on line 53
« IT untuk Tsanawiyah dan Aliyah Agus Zainal Arifin
Wednesday, December 31st, 2008

IT untuk Tsanawiyah dan Aliyah

Dewasa ini penggunaan teknologi informasi atau information technology (IT) dalam kegiatan belajar mengajar sudah mulai marak digunakan. Berbagai alat bantu ajar terutama CD pembelajaran sudah banyak tersedia baik secara komersil maupun gratis. Beberapa aktifis pendidikan juga tidak ketinggalan turut mendevelop sistem-sistem baru yang efektif dan efisien untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar.

Meski jumlah sistem dan software yang ditawarkan sudah cukup banyak, namun institusi pesantren, madrasah (Ibitidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah), madrasah diniyyah, dan Institut KeIslaman masih meraba-raba bentuknya yang pas. Hal ini dapat dipahami sebab “label Islam” yang diharapkan nampak pada sistem tersebut tidak banyak menampakkan diri, kecuali mungkin sistem operasi Ubuntu Muslim yang terang-terangan “mensyahadatkan” Ubuntu sehingga banyak menyediakan fasilitas yang berhubungan dengan AlQur’an dan hadits. Walhasil e-learning yang ramai didengungkan di dunia pendidikan masih belum rela untuk masuk ke dalam institusi pendidikan bernafas keagamaan.

Pada hakikatnya Kegiatan Belajar Mengajar di pesantren dan madrasah sangat mungkin dilakukan melalui pembelajaran e-learning, yakni pembelajaran yang didukung kemampuan teknologi informasi. Hanya saja kemauan dan kesempatan mengaplilkasikannya membutuhkan keseriusan dari para pimpinan dan pengelolanya.

Ada beberapa tingkatan aplikasi penggunaan IT dalam kegiatan belajar mengajar di pesantren dan madrasah, yakni :

  1. Repositori, yakni penyimpanan data. Tujuannya adalah menyediakan bahan ajar yang komprehensif atau lengkap dalam tempat penyimpanan elektronik. Alat yang dipilih dapat berupa hard disk komputer baik secara offline (komputer stand alone) maupun online (intranet atau internet).  Termasuk dalam klasifikasi ini beberapa maktabah yang menyimpan puluhan atau bahkan ratusan kitab yang dibutuhkan sebagai bahan ajar yang relevan dengan mata pelajarannya. Maktabah syamilah dan mausu’ah hadits cukup banyak tersedia. Penyimpanan semacam ini bila disediakan oleh guru, maka siswa akan dapat membacanya sendiri di luar jam belajarnya sebagai bahan pengayaan informasi. Secara online teks kitab ini dapat disimpan dalam Moodle, sebuah software e-learning yang gratis dan bisa diinstall baik di Windows maupun di Linux.
  2. Penjelasan secara audio atau audio visual. Pada bagian ini, kita dapat menyimpan suara atau merekam pengajaran atau pengajian yang diberikan oleh guru dalam bentuk kaset maupun file. Bila dalam bentuk file, maka penyimpanan file audio ini akan semakin efektif, sebab dapat disatukan dengan file-file yang lain, baik yang berisi teks, gambar, grafis, video, dan lain-lain. Kajian oleh Syekh Ramadlan Al-Buthi Syiria, Syekh Wahbah Zuhaili Mesir, Habib Omar bin Hafidh Yaman, dan para ulama terkemuka lainnya sudah banyak direkam dalam bentuk file. Penjelasan dengan audio memiliki beberapa keuntungan, diantaranya materi dapat diulang-ulang terus hingga materi dapat dipahami dengan baik. Di samping itu bila materi dalam bahasa Arab, maka akan semakin mengasah keterampilan siswa dalam hal listening dalam bahasa native.
  3. Bentuk gambar, animasi, dan video. Beberapa bahan ajar dapat disimpan dalam bentuk gambar, misalnya pelajaran mufradat pada bahasa Arab. Gambar masjid dan tempat-tempat menarik atau bersejarah lainnya baik di Timur Tengah maupun di Tanah Air. Animasi juga akan mempermudah pengajaran nahwu. Sedangkan video semacam google earth untuk aplikasi penelusuran sejarah Rasulullah SAW akan mempermudah mengingat lokasi peta tempat-tempat yang bersejarah tersebut.
  4. Demonstrasi menggunakan alat secara langsung. Penggunaan alat membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu simulasi dapat dijadikan sebagai pertimbangan. Progaram mawarits dan zakat dari maknoon yang gratis dapat didownload untuk dijadikan alat latihan menghitung. Software tersebut akan mengevaluasi hasil penghitungan siswa, sehingga dapat digunakan sebagai latihan tanpa batas.
  5. Berpartisipasi dalam diskusi. Bila pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat didiskusikan maka pemahaman siswa akan sangat meningkat tajam. Secara sederhana diskusi ini dapat diselenggarakan melalui web dengan aplikasi Wordpress, dimana setiap artikel dapat terbuka untuk didiskusikan baik oleh guru maupun oleh murid. Apabila dimungkinkan, dapat pula diinstal fasilitas forum, pada web server, agar penggunaan forum diskusi dapat lebih intensif dan konvergen terhadap permasalahan tertentu.
  6. Melakukan secara riil. Pengalaman yang diperoleh secara langsung akan mudah diingat dan akan menetap lama dalam ingatan, sebab secara psikomotorik, fisik siswa turut berpartisipasi melakukannya. Dalam hal ini IT tidak dapat secara langsung menggantikan kedudukan kondisi riil, namun simulasi dapat digunakan sebagai wahana yang menggambarkan kondisi riil. Dalam hal ini video atau rekaman audio visual yang berasal dari kejadian riil dapat digunakan sebagai bahan. Sehingga bila siswa dapat mempraktekkan langsung kejadian yang perlu diperagakan di video, maka siswa akan dapat mengingatnya lebih mudah. Termasuk di sini adalah fiqih ibadah yang jumlahnya cukup banyak itu, muhaddatsah bahasa Arab, dan qiro’ah sab’ah.

 Perlu diketahui bahwa urutan satu hingga enam di atas memiliki arti tingkat pemahaman siswa, artinya makin ke bawah makin mudah bagi siswa untuk memahami pelajaran yang diberikan. Sebab sekedar membaca saja hasilnya tidak akan sama bila dibandingkan dengan mempraktekkannya langsung. Namun ini bukan berarti bahwa kita hanya mengandalkan metode nomor 6 saja, sebab yang dimaksud tingkat pemahaman yang tinggi tersebut adalah apabila hanya satu metode itu saja yang digunakan.

Dengan demikian, keenam metode tersebut sebaiknya digunakan semaksimal mungkin agar dapat dicapai pembelajaran yang mengaktifkan siswa, meningkatkan kreativitas siswa dan guru, efektif dalam hasil pembelajaran, dan memberi kesan menyenangkan.

Category: Uncategorized

Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9