Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9
Categories
- Agama (28)
- Aswaja (64)
- Bahasa Indonesia (27)
- Blogroll (1)
- elearning (14)
- English (7)
- ITS (19)
- Kampus (18)
- Komputer (13)
- Ngaji (2)
- Pattern Recognition (4)
- Sekolah (11)
- Uncategorized (39)
Archives
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- October 2009
- September 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- March 2007
- March 2006
Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9




IT untuk Tsanawiyah dan Aliyah
Dewasa ini penggunaan teknologi informasi atau information technology (IT) dalam kegiatan belajar mengajar sudah mulai marak digunakan. Berbagai alat bantu ajar terutama CD pembelajaran sudah banyak tersedia baik secara komersil maupun gratis. Beberapa aktifis pendidikan juga tidak ketinggalan turut mendevelop sistem-sistem baru yang efektif dan efisien untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar.
Meski jumlah sistem dan software yang ditawarkan sudah cukup banyak, namun institusi pesantren, madrasah (Ibitidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah), madrasah diniyyah, dan Institut KeIslaman masih meraba-raba bentuknya yang pas. Hal ini dapat dipahami sebab “label Islam” yang diharapkan nampak pada sistem tersebut tidak banyak menampakkan diri, kecuali mungkin sistem operasi Ubuntu Muslim yang terang-terangan “mensyahadatkan” Ubuntu sehingga banyak menyediakan fasilitas yang berhubungan dengan AlQur’an dan hadits. Walhasil e-learning yang ramai didengungkan di dunia pendidikan masih belum rela untuk masuk ke dalam institusi pendidikan bernafas keagamaan.
Pada hakikatnya Kegiatan Belajar Mengajar di pesantren dan madrasah sangat mungkin dilakukan melalui pembelajaran e-learning, yakni pembelajaran yang didukung kemampuan teknologi informasi. Hanya saja kemauan dan kesempatan mengaplilkasikannya membutuhkan keseriusan dari para pimpinan dan pengelolanya.
Ada beberapa tingkatan aplikasi penggunaan IT dalam kegiatan belajar mengajar di pesantren dan madrasah, yakni :
Perlu diketahui bahwa urutan satu hingga enam di atas memiliki arti tingkat pemahaman siswa, artinya makin ke bawah makin mudah bagi siswa untuk memahami pelajaran yang diberikan. Sebab sekedar membaca saja hasilnya tidak akan sama bila dibandingkan dengan mempraktekkannya langsung. Namun ini bukan berarti bahwa kita hanya mengandalkan metode nomor 6 saja, sebab yang dimaksud tingkat pemahaman yang tinggi tersebut adalah apabila hanya satu metode itu saja yang digunakan.
Dengan demikian, keenam metode tersebut sebaiknya digunakan semaksimal mungkin agar dapat dicapai pembelajaran yang mengaktifkan siswa, meningkatkan kreativitas siswa dan guru, efektif dalam hasil pembelajaran, dan memberi kesan menyenangkan.