Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9
Categories
- Agama (28)
- Aswaja (64)
- Bahasa Indonesia (27)
- Blogroll (1)
- elearning (14)
- English (7)
- ITS (19)
- Kampus (18)
- Komputer (13)
- Ngaji (2)
- Pattern Recognition (4)
- Sekolah (11)
- Uncategorized (39)
Archives
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- October 2009
- September 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- March 2007
- March 2006
Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9




Roja’ dan Khouf
Diskusi di Radio NU Mesir, Jum’at 10 Oktober 2008
Sebelumnya perlu kita bedakan antara roja’ dan toma’
Roja’ berarti pengharapan, keinginan, dan pengandaian. Secara istilah, roja’ adalah keinginan hati terhadap sesuatu yg diingini dan dicintai, disertai usaha untuk memperolehnya. Beda dg toma’, yakni keinginnan hati atas sesuatu yg diingini dan dicintai tapi tidak dibarengi usaha.
Kebalikan roja’ adalah khouf, yakni ketakutan seseorang atas sesuatu yg tdk ia inginkan. Ketakutan itu dg mengambil suatu langkah perbuatan yang diantaranya tidak melakukan sesuatu yg terlarang atau melakukan perbuatan yg diperintah.
Untuk menyeimbangkan roja’ dan khouf, seseorang tdk boleh berkeinginan di luar kekuatan dia, yg untuk melakukannya saja secara logika sudah sulit.
Misal ingin menjadi orang yg taat. Karena cinta untuk taat, maka harus ada bukti, misalnya melakukan ibadah yg diajarkan Islam. Kelak berharap jadi orang yg taat, shaleh, dll. Di samping itu dia masih punya ketakutan, sebab sbg manusia dia masih berbuat dosa.
Menyeimbangkannya, dalam bentuk dan batas kemampuan manusia. Sehingga tidak terlalu berkeinginan atau berandai di luar kemampuannya, dan tidak terlalu takut atau mundur sehingga tidak punya cita2 dan merealisir keinginan.
Dlm hidup kita, perbuatan yg kita lakukan semata2 ikhtiar kita agar dikelompokkan menjadi hamba Allah yg baik. Tapi jangan mengandalkan 100 % apa yg kita lakukan adalah yg menyelamatkan kita, melainkan itu semata karunia Allah SWT.