Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9
Categories
- Agama (28)
- Aswaja (64)
- Bahasa Indonesia (27)
- Blogroll (1)
- elearning (14)
- English (7)
- ITS (19)
- Kampus (18)
- Komputer (13)
- Ngaji (2)
- Pattern Recognition (4)
- Sekolah (11)
- Uncategorized (39)
Archives
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- October 2009
- September 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- March 2007
- March 2006
Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9




Utara ada 3
Sebenarnya arah Utara sudah dapat diketahui dengan mudah dengan melihat arah matahari, namun ternyata bila kita amati dari hari ke hari posisi matahari terbit dan tenggelamnya selalu berubah lokasinya, baik di ufuk Barat maupun Timur. Kalau kita cermati, ternyata arah Utara itu sendiri ada 3 macam:
Utara yang sebenarnya adalah arah utara yang ditunjukkan oleh gari bujur. Garis ini ditarik secara tegak lurus dengan garis khatulistiwa (khat al’istiwa), sehingga memang benar-benar garis yang mengarah ke kutub Utara dan Selatan secara vertikal. Garis ini dapat kita amati dengan mudah melalui globe atau bola dunia.
Adapun Utara peta, maka kita akan dapati bila melihat gambar peta yang berupa bentangan kertas segi empat. Sesungguhnya menghamparkan permukaan kulit bumi yang bulat menjadi hamparan yang segi empat ini adalah mustahil. Bisa kita bayangkan seandainya kita mengupas kulit jeruk bali, dengan cara apapun tidak akan bisa kita proyeksikan kulit-kulit itu ke atas kertas A4 yang kita bentangka. Seukuran apapun kertas itu tidak akan pernah bisa terisi oleh hasil kupasan jeruk bali kita. Bila jeruk bali tadi dikupas sesuai arah garis bujur (baik utara maupun selatan), maka kita akan mendapatkan bentuk persegi empat namun sisi atas dan bawahnya akan bergerigi. Dengan demikian tetap saja mustahil kita mendapatkan bentuk segi empat yang utuh seperti kertas A4 tersebut. Mari kita ambil salah satu gerigi dari sisi atas, maka bentuk potongan itu adalah segi tiga sama sisi yang mengarah ke atas. Artinya arah utara adalah arah yg ditunjukkan oleh sisi segi tiga tersebut dan bukanlah arah ke atasnya, kecuali bil diambil dari tengah segi tiga. Kalau begitu memberi arah utara dengan panah ke atas pada peta sesungguhnya bukanlah arah utara yang benar, sebab arah tersebut tidak sesuai dengan kondisi di globe tadi. Namun demikian untuk tidak memperumit keadaan, kita sebut saja itu sebagai arah “utara peta” dan bukan “utara sesungguhnya”.
Sedangkan utara kompas adalah arah utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Subhanallah, Allah SWT telah menanamkan 2 buah magnet besar di utara dan selatan bumi, yakni tepat di kutub utara dan selatan. Semua magnet akan tertarik ke kedua arah tersebut. Hanya saja sebaran arah itu dari berbagai koordinat tidak selalu sama, sehingga bisa jadi terdapat selisih dari satu daerah dengan daerah lainnya.