Warning: array_merge() [function.array-merge]: Argument #2 is not an array in /home/agusza/public_html/nikki/wp-includes/widgets.php on line 53
« Mau Beli Rokok di Jepang? Harus Punya Keriput Wajah Agus Zainal Arifin
Wednesday, May 14th, 2008

Mau Beli Rokok di Jepang? Harus Punya Keriput Wajah

Tokyo, (ANTARA News) - Tidak sembarangan orang bisa membeli rokok,
setidaknya di Jepang. Negara “Matahari Terbit” ini punya cara mencegah
anak-anak membeli rokok, salah satu yang diusulkan adalah menggunakan
sistem pengenalan wajah.

Mesin otomatis penjual rokok akan mengukur keriput, kerutan di pojok
mata, dan kekendoran kulit untuk menilai apakah pembelinya sudah cukup
umur.

Umur minimum untuk merokok di Jepang adalah 20 tahun dan hal ini
dimanfaatkan sebuah perusahaan dengan mengembangkan sistem
pengidentifikasi umur pembeli dengan cara mempelajari roman wajah.

Usaha itu dilakukan seiring akan disebarnya 570 ribu mesin penjual
otomatis di seluruh Jepang. Undang-undang mensyaratkan mesin itu harus
bisa menjamin bahwa pembelinya sudah cukup umur.

Pembeli diharuskan memandang ke suatu kamera digital yang terhubung
dengan mesin tersebut. Sistem yang dibangun Fujitaka Co. akan
membandingkan karakter roman wajah seperti keriput di sekeliling
wajah, struktur tengkorak dan kekendoran kulit.

“Kami memiliki lebih dari 100 ribu data wajah orang,” kata jurubicara
Fujitaka Co., Hajime Yamamoto, sebagaimana diberitakan Reuters.

“Dengan sistem pengenalan wajah, asalkan punya uang kecil dan sudah
cukup umur, anda bisa membeli rokok sebagaimana biasa. Taktik anak
kecil meminjam kartu tanpa pengenal juga bisa diatasi,” kata Yamamoto.

Kementerian keuangan Jepang telah memberi izin bagi “kartu pintar”
yang dapat mengenali umur, atau “taspo”, selain memberi izin untuk
suatu sistem yang dapat membaca umur dari kartu SIM.

Kementerian itu belum mengizinkan metode identifikasi wajah karena
belum yakin terhadap akurasinya.

Yamamoto mengatakan sistem itu bisa mengenali 90 persen pembeli dengan
benar, sisanya yang 10 persen masuk “wilayah abu-abu”, artinya, mereka
adalah “anak-anak yang tampak dewasa atau orang dewasa berwajah
kanak-kanak”. Mesin akan meminta mereka memasukkan kartu SIM, untuk
memastikan usia calon pembeli yang tergolong “abu-abu”.

Perokok di bawah umur mengalami penurunan jumlah di Jepang, namun
suatu survai kementerian Kesehatan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa
13 persen siswa dan 4 persen siswi kelas III SMA setiap hari merokok.
Usia mereka berkisar antara 17 dan 18 tahun.


Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9