Warning: array_merge() [function.array-merge]: Argument #2 is not an array in /home/agusza/public_html/nikki/wp-includes/widgets.php on line 53
« Di Bandara Soekarno Hatta Agus Zainal Arifin
Friday, February 1st, 2008

Di Bandara Soekarno Hatta

Alhamdulillah, saat ini jam menunjukkan pukul 17:57, hari Jum’at 1 Februari 2008. Pagi tadi keberangkatan pesawat Garuda dari Surabaya ke Jakarta ternyata harus dibelokkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Sebab saat mendekati Jakarta di ketinggian 9000 kaki ternyata awan begitu putih, dan kota Jakarta khususnya Bandara terjadi hujan sangat deras. Bandara ditutup selama beberapa jam. Pesawatpun berputar 2 kali di atas Jakarta, dan ternyata jarak pandang hanya 300 meter, padahal jarak pandang minimal untuk pendaratan adalah 1000 meter. Karena itulah pilot memutuskan untuk mendarat di Palembang.

 Alhamdulillah untuk pertama kalinya saya menjejakkan kaki di kota Palembang. Terbayang di benak saya, pada jaman dahulu kota ini adalah ibukota negara Indonesia yang sedang bernama Sriwijaya. Tapi kalau dilihat sekilas, bekas-bekas sebagai ibu kota negara tidak nampak jelas. Mungkin karena saya belum masuk dan menjelajahi kota-kotanya. Hanya saja fenomena ini seperti kota Mojokerto yang dulunya juga merupakan ibu kota negara kita (saat bernama Majapahit). Bahkan wilayah kekuasaannya jauh lebih luas daripada Sriwijaya dan bahkan Indonesia saat ini.

Setelah terdampar sekitar 6 jam bersama 21 pesawat lainnya di Palembang, Alhamdulillah pesawat bisa meneruskan perjalanannya menuju Jakarta, sebab sudah terbetik kabar bahwa Bandara Sukarno-Hatta sudah dibuka kembali untuk pendaratan. Tidak berapa lama kemudian, Alhamdulillah berhasil mendarat dengan selamat di Jakarta. Bisa diduga betapa berjubelnya bandara, karena penumpang yang telah turun ternyata kebanyakan tidak bisa keluar bandara, sedangkan yang hendak transit pesawatnya terlambat datang berjam-jam hingga banyak yang perlu bermalam.

Alhamdulillah akhirnya pas tengah malam, pesawat ke Pekanbaru dapat diberangkatkan. Bersyukur jam 2 dini hari bisa mendarat di Riau. Sebuah pengalaman terbang yang mencengangkan. Di saat-saat seperti itu seperti bisa diduga kesalihan akan sangat meningkat tajam, seakan amalan apapun bisa kita janjikan kepada Tuhan, asalkan selamat. Tapi setelah selamat, apakah janji dan tekad itu terlaksana ? yah balik seperti biasa. Itulah sebabnya ada ayat yang menyatakan, saat dekat ajal, orang pada berdoa agar diperpanjang umurnya barang beberapa saat, sambil berjanji pasti akan berbuat baik / amal shalih. Tapi Tuhan menolaknya. Bisa dipahami lagi, bahwa seandainya diberikan masa tenggang beberapa saatpun (apalagi beberapa tahun), maka amal salih itupun tak kan kunjung dikerjalan. Yang ada adalah “masak sih harus sekarang, istirahat dululah”, “yah nanti kan bisa kita kerjakan”, dan argumen semacamnya.

Alhamdulillah, selama di Pekanbaru, kunjungan untuk promosi ITS ini berjalan lancar. Dan saat istirahat menjelang pulang dari Riau, saya coba menyempatkan diri berkunjung ke Pesantren terdekat, yakni Babus Salam. Silaturahmi dengan para ulama adalah kegemaran saya, agar bisa meneladani akhlak mereka dalam berhubungan dengan Allah SWT dan berhubungan dengan sesama manusia. Kalau di Surabaya dan sekitarnya, pesantren banyak sekali, namun beliau-beliau para pengasuh pesantren ini nampak bekerja sendiri dalam mencerdaskan dan memperbaiki akhlak dan moral bangsa. Bekerja sendiri maksudnya minim sekali support dari komunitas luar pesantren bagi institusi mereka, padahal tugas yang diemban tersebut hakikatnya adalah tugas kita juga. Hanya saja kita lebih berkonsentrasi mencari nafkah, kesuksesan pribadi, kemakmuran keluarga, dan semacamnya, instead of memikirkan ummat. Lagi-lagi pelajaran yang bagus kembali mengingatkan, agar laku kita sehari-hari semakin bagus pula.

Category: Agama, Kampus

Fatal error: Call to undefined function post_password_required() in /home/agusza/public_html/nikki/wp-content/themes/avelius/comments.php on line 9